Tumbuh Berkembang (Autobiografi) part 1

Nama : Azwa Syafira Dayana Nasution (06)  

Kelas : XI MIPA 1 

Tugas blog ini dibimbing oleh Ibu Asmaniar M.Pd. Guru Bahasa Indonesia Kelas XI SMAN 2 Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten.

 TUMBUH BERKEMBANG

( Bagian 1 ) 

Tahun 2006 merupakan tahun yang membahagiakan bagi sebuah keluarga kecil oleh
sepasang suami istri, seorang kakak perempuan dan kakak laki-laki sangat bahagia saat
mendapat kabar bahwa ibunya telah mengandung adik mereka, karena sangat menunggu
kelahiran bayi tersebut tak jarang sang ayah membatalkan perjalanan dinas ke luar kota, salah satu dinas yang dibatalkan adalah dinas ke kota Batam. Saat kontraksi sudah mulai dirasakan yaitu pada hari kamis tanggal 23 November 2006 tepatnya pukul 12.00 dini hari sepasang suami istri tersebut datang ke salah satu rumah sakit di kota Pekanbaru yaitu Rumah Sakit Pekanbaru Medical Centre atau yang sering disebut dengan PMC, pasangan itu datang ke rumah sakit tanpa membangunkan anak – anak nya mengingat waktu yang sudah larut malam dan juga mereka tak akan sendiri karena ditemani oleh Art yang akan menjaga mereka. Rumah sakit itu menjadi tempat kelahiran seorang bayi perempuan, hari itu pun menjadi hari bersejarah bagi keluarga kecil itu. 
Persalinan bayi tersebut berlangsung dengan proses yang
sangat cepat jika dibandingkan dengan 2 persalinan yang dijalankan oleh pasangan itu
sebelumnya, dokter memperkirakan bayi tersebut akan lahir pada sekitar pukul 05.00 pagi,
namun perkiraan dokter ternyata salah, bayi tersebut lahir pada pukul 01.00 dini hari secara
normal dan sehat. Nama yang dipersiapkan dan diberikan untuk bayi tersebut adalah Azwa
Syafira Dayana Nasution, bayi itu adalah saya sendiri. Setelah kelahiran saya, ayah pulang
dan mengabarkan kepada kakak perempuan dan kakak laki-laki saya bahwa adik nya telah
lahir. Mereka dengan semangat bersiap – siap untuk bertemu saya, sesampai nya di rumah
sakit mereka sangat senang melihat kehadiran saya di tengah-tengah keluarga.

 Potret yang diambil papa

Keluarga besar secara khusus berkumpul di rumah untuk menyambut kelahiran saya, bahkan
nenek saya selama kurang lebih 8 bulan tinggal bersama kami untuk menemani ibu saya, menjaga saya yang baru lahir. Saya tumbuh selama 3 tahun di kota Pekanbaru, Riau. Selama tinggal di kota Pekanbaru kami tinggal di komplek Puri Rajawali Mas. Antar tetangga di komplek itu sangat rukun dan akur, bahkan antar tetangga saling membantu kapan pun dibutuhkan. Salah satu tetangga yang sampai saat ini masih saya ingat karena kebaikannya adalah potret yang diambil papa bude, bude mempunyai anak usia satu tahun di atas saya bernama Gozi, hampir setiap sore
          saya dan Gozi bermain bersama. 

Selain itu, di sebelah kanan rumah saya terdapat teman
kantor ayah yang sekaligus tetangga saya yang juga masih saya ingat sampai sekarang,
namanya pak Rusdi. Pak Rusdi memiliki anak yang usia nya 1 tahun diatas saya yang
bernama Fayat, dan anak kembar yang usianya sama dengan kakak perempuan saya yang
bernama Nabilah dan Nafisah. Pada bulan Oktober tahun 2009 ayah mendapatkan mutasi
tugas ke kota Medan dan kami dengan senang hati ikut pindah dan tinggal di Medan, karena Medan adalah daerah asal kedua orang tua saya. Pertengahan tahun 2010 saya telah menginjak umur 3 tahun, orang tua saya mulai mencari-cari sekolah TK atau Taman Kanak- kanak di Medan untuk menyekolahkan saya, akhir nya pilihan tertuju kepada TK To Be Plus yang relatif dekat dengan rumah.

Potret potong rambut Azwa


Setiap kali masuk ke sekolah ibu saya selalu mengepang rambut saya, saya juga memiliki poni yang trend saat itu yaitu poni yang menyerupai seperti tokoh film kartun yaitu Dora. Selama di TK saya banyak mengikuti lomba-lomba, lomba yang kerap saya ikuti adalah lomba fashion show. Saya adalah seseorang yang percaya diri dan juga senang berbicara oleh karena itu tak jarang saya memenangi lomba fashion show yang saya ikuti. Di TK saya diajarkan oleh guru-guru yang kerap saya sebut dengan panggilan miss, salah satu nya adalah miss Rosa, miss Rosa dipercaya untuk membantu dan mengajari saya belajar lebih tepatnya belajar Bahasa Inggris sebagai guru private. Saya juga mengikuti les Kumon bersama dengan teman-teman TK saya. 

Di ulang tahun saya yang ke-5 yaitu pada 23
November tahun 2011, orang tua saya mengadakan acara ulang tahun dengan mengundang
seluruh teman-teman saya di TK dan keluarga untuk menghadiri acara ulang tahun saya. Di
hari itu saya sangat bahagia karena banyak sekali teman-teman dan keluarga yang datang
ke acara ulang tahun saya, selain itu saya juga mendapat kan banyak sekali kado yang isi
nya sangat beragam seperti anting mainan, boneka, dan mainan-mainan lainya.
Awalnya Orang tua saya berencana untuk menetapkan kota Medan sebagai home base bagi
keluarga kami, dan ayah saya telah mempersiapkan rumah sebagai tempat tinggal kami di
Johor Indah Permai yang terletak di Medan Johor. 

Pada Juni tahun 2012 ayah saya mendapat
mutasi lagi ke Papua lebih tepatnya di Jayapura yaitu satu kota yang sangat jauh dari kota
Medan. Saat serah terima jabatan ayah, saya ikut bersama ibu saya terbang ke Jayapura,
Papa Mama dan Azwa di Jayapura, Papua

untuk menghadiri acara nya, dalam perjalan nya kami transit di kota Timika, tempat tambang emas terbesar di dunia. Pada saat itu lagu yang sangat terkenal bahkan saya hafal adalah lagu yang berjudul “Aku Papua” oleh Edo Kondologit. Di setiap perjalanan ke Papua tak jarang lagu ini di putar di restoran, pesawat, dan tempat lain yang membuat saya hafal dan senang dengan lagu ini. Di Jayapura kami jalan-jalan di perbatasan antara Papua dan Papua New Guinea, ke pantai yang kata ayah saya jika kuat berenang dapat langsung berenang ke Amerika. Setelah ayah saya mutasi kerja di kota Jayapura, saya hanya dapat bertemu dengan ayah saya sebulan sekali karena jarak yang sangat jauh. Saat itu saya merasa sangat sedih karena tidak punya banyak kesempatan untuk bertemu dengan ayah, kami hanya berkomunikasi melalui handphone seperti video call ataupun voice call.

Comments

Popular Posts