Tumbuh Berkembang (Autobiografi) part 2

Nama : Azwa Syafira Dayana Nasution (06)  

Kelas : XI MIPA 1 

Tugas blog ini dibimbing oleh Ibu Asmaniar M.Pd. Guru Bahasa Indonesia Kelas XI SMAN 2 Kota Tangerang Selatan, Prov. Banten.

TUMBUH BERKEMBANG

 ( Bagian 2 )

Setelah orang tua saya berdiskusi, pada bulan Juni tahun 2012 orang tua saya memutuskan untuk memindah kami dari Medan ke Tangerang Selatan agar jarak antara kami dan ayah tidak begitu jauh, kami tinggal di Bumi serpong damai atau yang kerap di sebut dengan BSD lebih tepatnya di Kencana Loka. Setelah pindah ke Tangerang selatan saya hanya tinggal Bersama ibu, kedua kakak saya dan juga Art. Ayah saya yang masih mendapatkan mutasi kerja di luar kota mulai dari kota Jayapura, Medan, kemudian Semarang. Saat itu saya merasa bahwa ibu saya sangat kuat karena tentunya bukan hal yang mudah tinggal di kota baru mengingat keluarga yang di kenal di Tangerang Selatan sangat sedikit dan juga hidup bersama 3 anak yang masih kecil.

Tahun pertama saya pindah juga merupakan tahun pertama saya masuk ke jenjang Sekolah Dasar, setelah mencari-cari sekolah akhirnya saya dan keluarga memilih untuk sekolah di SD Islam Raudhah. Di sana saya bersekolah bersama kakak laki-laki saya, saat itu saya menduduki kelas 1 SD dan kakak laki-laki saya menduduki kelas 4 SD. Awal-awal pindah ke Tangerang selatan saya sangat merasakan perbedaan bahasa dan logat yang cukup menonjol, awalnya banyak sekali kata-kata yang saya fikir jika digunakan disini orang-orang dapat mengerti namun teryata salah, kata-kata itu hanya digunakan di Medan saja seperti mentel atau jika diartikan dengan bahasa disini berarti centil. Kemudian cara berbicara sayang nya cenderung lebih cepat maka tak jarang teman-teman saya kurang mengerti apa yang saya sampaikan dan meminta untuk mengulang kembali kalimat yang saya sampaikan. 


Azwa dan teman-teman SD, 2021

Selama bersekolah di SDI Raudhah saya memiliki banyak sekali teman yang sampai sekarang masih sering berkomunikasi bahkan bertemu. Teman-teman saya tak jarang menginap di rumah saya dan menghabiskan waktu bersama, banyak sekali kenangan yang saya alami bersama mereka. Kesenangan yang saya alami juga dilengkapi dengan pindah nya tugas kerja ayah ke Jakarta, semenjak tahun 2016 ayah mendapatkan mutasi kerja di sekitar Jakarta, oleh karena itu saya dapat tinggal bersama kembali dan mengobati rasa rindu yang selama ini menyelimuti saya. Saya juga memiliki akun Channel Youtube sendiri yang pada saat itu sangat aktif, konten yang kerap saya upload adalah video-video bersama teman- teman dan juga video-video perjalanan baik wisata ataupun mudik saat lebaran. Kebiasaan mengikuti lomba masih terus saya lakukan, saya mengikuti lomba fashion show dengan baju adat dan saya memilih baju adat Mandailing, Sumatera Utara yaitu baju adat dari daerah orang tua saya sediri, dan alhamdulilah nya memenangi juara 1 dan juara favorite putri. Selama di SD saya mengikuti ektrakulikuler menari, Bahasa inggris dan lain-lain. Untuk meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an saya juga mengikuti TPA yang jaraknya dekat dengan rumah saya.  

Selain itu saya juga mengikuti les Shinjuku yaitu les untuk meningkatkan kemampuan dalam mata pelajaran matematika. Pengalaman yang tidak akan saya lupakan selama bersekolah di SDI Raudah adalah setiap tahun di adakan fieldtrip ke berbagai tempat. Saat perpisahan kelas 6 saya dan teman-teman menginap di Camp Hulu Cai, disana kami menyalakan api unggun, berenang, dan banyak hal lain yang dilakukan, pengalaman itu merupakan salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi saya. Untuk persiapan menghadapi UN orang tua saya meminta bantuan miss Pipit yang juga wali kelas saya di kelas 5, untuk membantu dan mendampingi saya belajar. Pada tahun 2018 saya melanjutkan Pendidikan Sekolah Menengah Pertama saya ke Sekolah SMP Islam Sinar Cendekia di Tangerang Selatan, di SMP saya berkenalan dengan teman- teman baru dan ada beberapa di antaranya berasal dari SD yang sama dengan saya. Selama bersekolah di SMPI Sinar Cendekia saya menghafal banyak sekali ayat-ayat Al-Qur’an yaitu juz 29, 28 dan 27, sedangkan untuk juz 30 saya sudah menghafal nya di jenjang SD. Saya mengikuti ekstrakurikuler tari saman dan juga ekstrakulikuler lainnya. Saya mengikuti lomba saman sampai tingkat kota Tangerang Selatan dan memenangi lomba-lomba nya. Di SMP orang tua saya juga memanggil guru private untuk membantu saya belajar, miss itu sangat baik dan seru diajak berbicara.

 

Potret Wisuda EF, 2019

Saya juga mengikuti les English First atau yang kerap di sebut dengan EF untuk meningkatkan kemapuan bahasa Inggris. Sama hal nya dengan SD, di SMP setiap tahun nya di adakan fieldtrip. Salah satu yang paling mengesankan bagi saya adalah saat BKN atau Belajar Kerja Nyata, saat itu kami tinggal di rumah warga di salah satu desa di Kabupaten Bogor yang udara di sana jauh lebih bersih dan lingkungan nya asri. Kami menginap selama 2 malam 3 hari, di sana ada sungai diantara rumah warga yang membuat suasana semakin tenang. Di desa itu semua dilakukan masih dengan tradisional dan antara warga saling membatu satu sama lain, kami berada di tengah nya juga merasakan kehangatannya. Di sana kami juga memberi bantuan dan melihat proses gerabah dari tanah liat. Hari itu menjadi hari yang tidak bisa saya lupakan sampai sekarang karena banyak sekali pengalaman baru yang saya alami di sana. 

 

Azwa dan teman-teman SMP, 2021

Menaiki kelas 8 tepatnya pada semester 2, pandemic covid melanda Indonesia yang mengharuskan pembelajaran dilaksanakan secara daring untuk menghindari kontak langsung. Selama 1 tahun setengah di jenjang SMP itu saya belajar melalui media online seperti zoom, google meet, ataupun google classroom. Pembelajaran melalui daring bukan merupakan hal yang menyenangkan seperti apa yang kita bayangkan sebelumnya, mungkin kita membayangkan bahwa akan menyenangkan jika belajar di rumah tanpa harus ke sekolah pagi-pagi dan hal-hal lain yang mungkin terdengar malas untuk dijalankan. Namun nyatanya hal tersebut salah pembelajaran online membuat saya tidak dapat bertemu dengan teman- teman, bahkan saat acara wisuda saya di SMP dilaksanakan secara online, yang membuat saya tidak bisa bertemu dengan teman-teman di hari perpisahan itu. Namun di tengah kesedihan yang melanda, tentunya akan selalu ada kebahagiaan di antaranya. Di masa akhir SMP ini orang tua saya memilih untuk pindah rumah ke Puspita Loka yang dimana jarak nya tak jauh beda dari tempat tinggal sebelumnya.

Comments

Popular Posts